SUGIO, LAMONGAN – Suasana balai pertemuan di Desa Sugio tampak lebih ramai dari biasanya pada Selasa pagi, 12 Mei 2026. Pemerintah Desa Sugio bekerja sama dengan Puskesmas Sugio menggelar kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah format baru pelayanan kesehatan yang kini mencakup seluruh siklus hidup masyarakat.
Berbeda dengan sistem posyandu terdahulu yang cenderung terfragmentasi antara posyandu balita dan lansia, Posyandu ILP hadir dengan konsep layanan terpadu dalam satu waktu dan tempat, mulai dari bayi, remaja, usia dewasa produktif, hingga lansia.
Kegiatan ini menerapkan sistem 5 langkah yang terorganisir untuk memastikan setiap warga yang datang mendapatkan skrining kesehatan yang sesuai dengan kelompok usianya.
Sasaran Ibu Hamil & Balita: Fokus pada pemantauan gizi, penimbangan berat badan, dan imunisasi untuk mencegah stunting.
Sasaran Remaja: Pemberian edukasi mengenai pola hidup sehat dan skrining kesehatan dasar.
Sasaran Usia Dewasa & Lansia: Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta lingkar perut untuk deteksi dini risiko hipertensi dan diabetes.
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Sugio yang bertugas di lokasi menjelaskan bahwa tujuan utama dari ILP adalah memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan kesehatan. "Dengan integrasi ini, kita tidak hanya menunggu warga sakit, tetapi secara proaktif melakukan skrining kepada seluruh warga tanpa memandang usia," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Antusiasme warga Desa Sugio terlihat cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kehadiran yang mencapai target sasaran. Warga mengaku merasa lebih terbantu karena dalam satu kali kunjungan, satu keluarga (ayah, ibu, anak, dan kakek/nenek) bisa memeriksakan kesehatan mereka secara bersamaan.
Kepala Desa Sugio menyampaikan apresiasinya kepada para kader kesehatan dan petugas medis yang telah bekerja keras menyukseskan transisi layanan ini. Diharapkan, dengan rutinnya pelaksanaan Posyandu ILP, derajat kesehatan masyarakat Desa Sugio dapat meningkat dan deteksi dini penyakit dapat dilakukan secara lebih efektif.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini diakhiri dengan pemberian penyuluhan kesehatan mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan pola makan seimbang (Isi Piringku).
