SMP Negeri 1 Sugio menjadi pusat perhatian dalam gerakan literasi kesehatan remaja saat tim dari Puskesmas Sugio menggelar sesi edukasi intensif mengenai pencegahan HIV/AIDS. Kegiatan yang diikuti oleh para siswa ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan sebuah upaya strategis untuk membekali generasi Z dengan pengetahuan medis yang valid di tengah kepungan informasi hoaks di media sosial. Dengan memahami cara penularan dan pencegahan yang tepat, siswa diharapkan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab terhadap masa depan mereka sendiri.
Dalam pemaparannya, tim Puskesmas Sugio mengajak para siswa untuk memahami konsep "ABCD" (Abstinence, Be Faithful, Condom, No Drug) secara edukatif dan sesuai dengan norma yang berlaku. Petugas menekankan bahwa usia SMP merupakan fase krusial dalam pencarian jati diri, sehingga penanaman nilai-nilai kesehatan reproduksi sangat penting untuk mencegah perilaku berisiko. Selain materi teknis, para siswa juga diajak berdiskusi interaktif mengenai bagaimana bersikap empati terhadap sesama tanpa harus merasa takut yang berlebihan terhadap penularan virus yang tidak sesuai fakta medis.
Kepala sekolah dan guru pendamping menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari program pengembangan diri siswa. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 1 Sugio berharap para siswanya dapat menjadi "Pendidik Sebaya" yang mampu menyebarkan informasi positif kepada teman-teman mereka. Sinergi yang kuat antara institusi pendidikan dan Puskesmas Sugio ini menjadi bukti nyata komitmen lokal dalam menjaga aset bangsa dari ancaman penyakit menular, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman, sehat, dan informatif.