SUGIO– Dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas dari paparan asap rokok, tim gabungan kesehatan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (26/5) ini menyasar sejumlah titik krusial yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan kepatuhan implementasi peraturan daerah terkait KTR, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat—terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia—dari bahaya menjadi perokok pasif.
Pelaksanaan Monev KTR di Desa Sekarbagus kali ini berfokus pada empat sektor lingkungan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, antara lain:
Perkantoran dan Fasilitas Pemerintahan Desa: Peninjauan dilakukan di area pelayanan publik guna memastikan aparatur desa dan masyarakat yang mengurus administrasi dapat menikmati udara bersih tanpa asap rokok selama pelayanan berlangsung.
Tempat Ibadah: Pemantauan di sejumlah masjid dan mushola untuk menjamin kekhusyukan, kenyamanan, dan kesucian lingkungan tempat beribadah.
Area Bermain Anak: Penertiban kawasan ramah anak guna memastikan tumbuh kembang dan aktivitas bermain anak-anak terbebas dari bahaya kontaminasi zat kimia rokok.
Sekolahan (Sarana Pendidikan): Pemeriksaan di lingkungan sekolah untuk mengawal terciptanya ekosistem belajar-mengajar yang sehat serta menanamkan karakter sadar kesehatan sejak dini kepada para siswa.
Selain melakukan inspeksi mendadak terkait kepatuhan warga dan pengelola gedung, tim monev juga memberikan edukasi secara langsung terkait dampak buruk merokok di area publik. Petugas juga memastikan tersedianya tanda larangan merokok (stiker/papan KTR) yang terpasang jelas di sudut-sudut strategis keempat lokus tersebut.
"Kegiatan monev ini bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran, melainkan bentuk pembinaan dan penguatan komitmen bersama. Kami ingin memastikan bahwa hak setiap warga negara untuk menghirup udara yang bersih dan sehat, terutama di tempat ibadah dan sekolah, benar-benar terpenuhi," ujar salah satu petugas kesehatan di sela-sela kegiatan.
Pihak Pemerintah Desa Sekarbagus menyambut baik dan mendukung penuh jalannya monev ini. Melalui sinergi yang kuat antara petugas kesehatan, perangkat desa, kader, dan pihak sekolah, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya KTR terus meningkat. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) demi mewujudkan Kabupaten Lamongan yang semakin sehat dan Megilan.
