LAMONGAN – Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, menunjukkan komitmen serius dalam upaya menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas kesehatan anak. Kegiatan pemantauan tumbuh kembang serta edukasi gizi bagi balita digelar secara serentak di Balai Desa Sidorejo pada Senin (20/07/2026).
Kegiatan yang melibatkan kader Posyandu, bidan desa, dan pihak Puskesmas setempat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap risiko masalah gizi serta memantau perkembangan fisik dan kognitif anak-anak di desa tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sidorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat sejak dini.
"Kami tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi investasi masa depan yang paling utama adalah kualitas SDM kita. Melalui pemantauan rutin ini, kami ingin memastikan tidak ada anak di Desa Sidorejo yang mengalami hambatan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi," ujarnya.
Kegiatan hari ini mencakup beberapa agenda utama:
Pengukuran Antropometri: Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta lingkar kepala untuk memetakan status gizi balita.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT): Distribusi kudapan bergizi berbasis pangan lokal yang kaya akan protein hewani.
Konsultasi Gizi: Sesi tanya jawab langsung antara orang tua dengan petugas kesehatan terkait pola asuh dan menu MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang sehat.
Penyuluhan Orang Tua: Edukasi mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak dan sanitasi lingkungan rumah.
Salah satu orang tua peserta, Ibu Siti (32), mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini. "Kami jadi lebih paham bagaimana cara mengolah makanan yang disukai anak tapi tetap bergizi tinggi. Biasanya saya bingung kalau anak mulai sulit makan, sekarang sudah ada arahan dari bidan desa," ungkapnya.
Pihak Puskesmas setempat juga memberikan apresiasi atas antusiasme warga Sidorejo. Diharapkan, melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara perangkat desa, orang tua, dan tenaga kesehatan, Desa Sidorejo dapat menjadi pelopor desa bebas stunting di wilayah Lamongan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada balita yang memiliki perkembangan optimal serta motivasi kepada orang tua untuk terus konsisten membawa anak ke Posyandu setiap bulan.
