SUGIO – Sebagai langkah nyata dalam mendukung kualitas kesehatan balita, Bidan Desa Kedungbanjar yang berada di bawah naungan Puskesmas Sugio melaksanakan kegiatan kunjungan pemantauan tumbuh kembang dan skrining masalah gizi anak di Desa Kedungbanjar, Senin (20/07/2026).
Kegiatan jemput bola ini menjadi agenda rutin yang dijalankan guna memastikan setiap anak di Desa Kedungbanjar mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata serta sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko stunting.
Bidan Desa Kedungbanjar menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan fungsi Puskesmas Sugio dalam memberikan edukasi dan pelayanan preventif langsung ke lingkungan masyarakat. Pemantauan ini mencakup evaluasi fisik serta konsultasi gizi untuk menunjang tumbuh kembang anak yang optimal.
"Kami hadir langsung di lapangan untuk memastikan bahwa status gizi anak-anak di Desa Kedungbanjar terpantau dengan baik. Melalui kunjungan ini, kami dapat memberikan pendampingan secara personal kepada orang tua mengenai pola makan yang bergizi seimbang," jelas Bidan Desa Kedungbanjar di sela-sela kegiatan.
Selama proses kunjungan, tim kesehatan dari Puskesmas Sugio memberikan berbagai layanan kesehatan esensial, di antaranya:
Pengukuran Antropometri: Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan lingkar kepala sebagai tolok ukur status gizi anak.
Konseling Gizi: Edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya asupan protein hewani dan pengaturan menu sehat untuk mencegah masalah gizi buruk.
Deteksi Dini Perkembangan: Skrining perkembangan motorik dan kognitif untuk memastikan anak bertumbuh sesuai dengan tahapan usianya.
Pihak Puskesmas Sugio memberikan dukungan penuh atas inisiatif yang dilakukan oleh Bidan Desa Kedungbanjar. Kolaborasi yang solid antara tenaga medis, kader kesehatan, dan perangkat desa dinilai sangat krusial dalam menciptakan ekosistem yang sehat bagi anak-anak di Desa Kedungbanjar.
Para orang tua di Desa Kedungbanjar menyambut positif kehadiran tenaga kesehatan di tengah mereka. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemeriksaan kesehatan, tetapi juga sebagai ruang diskusi yang mempermudah akses informasi bagi para orang tua dalam menghadapi tantangan tumbuh kembang anak di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Diharapkan, melalui kegiatan berkelanjutan ini, Desa Kedungbanjar dapat terus menekan angka permasalahan gizi dan mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.
