PUSKESMAS SUGIO

Putus Mata Rantai Penularan, Puskesmas Sugio Gencarkan Investigasi Kontak dan Pemantauan Minum Obat

berita
Kamis, 21 Mei 2026
12x dilihat
Foto: Putus Mata Rantai Penularan, Puskesmas Sugio Gencarkan Investigasi Kontak dan Pemantauan Minum Obat

SUGIO, LAMONGAN – Dalam upaya menekan angka penyebaran penyakit menular menahun—khususnya Tuberkulosis (TBC)—di masyarakat, tim kesehatan Puskesmas Sugio bersama kader kesehatan desa secara aktif turun ke lapangan melaksanakan kegiatan Investigasi Kontak (IK) dan Pemantauan Minum Obat (PMO). Langkah jemput bola ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen puskesmas dalam deteksi dini dan pengawalan kesembuhan pasien hingga tuntas.

Kegiatan Investigasi Kontak dan PMO merupakan strategi esensial dalam program penanggulangan penyakit menular. Melalui pendekatan langsung ke kediaman warga, petugas dapat memetakan risiko penularan sekaligus memberikan dukungan psikologis bagi pasien yang sedang menjalani masa pengobatan jangka panjang.

Skrining Dini Melalui Investigasi Kontak

Investigasi Kontak dilakukan dengan melakukan skrining kesehatan terhadap orang-orang yang tinggal serumah atau melakukan kontak erat dengan pasien. Langkah ini diambil karena penularan penyakit seperti TBC sangat rentan terjadi di lingkungan terdekat.

Petugas kesehatan Puskesmas Sugio melakukan wawancara terstruktur mengenai ada tidaknya gejala serupa (seperti batuk berdahak terus-menerus, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab), melakukan pemeriksaan fisik awal, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ventilasi udara dan pencahayaan matahari di dalam rumah. Jika ditemukan warga yang bergejala (suspek), petugas akan segera mengarahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut di Puskesmas Sugio agar penanganan bisa diberikan sedini mungkin.

Kawal Kesembuhan Lewat Pemantauan Minum Obat (PMO)

Selain melacak potensi penularan baru, tim Puskesmas Sugio juga berfokus pada kedisiplinan pengobatan pasien yang sudah berjalan melalui Pemantauan Minum Obat (PMO). Mengingat pengobatan penyakit menular tertentu membutuhkan waktu berbulan-bulan tanpa putus, peran PMO—baik dari unsur keluarga maupun kader kesehatan—sangatlah krusial.

Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan pemantauan terhadap:

  • Kepatuhan jadwal dan dosis minum obat harian pasien.

  • Manajemen efek samping obat yang mungkin dirasakan oleh pasien.

  • Edukasi mengenai bahaya resistensi obat (kebal obat) apabila pasien lalai atau berhenti minum obat sebelum dinyatakan sembuh total oleh dokter.

Sinergi Bersama Hapus Stigma

Kepala Puskesmas Sugio menegaskan bahwa keberhasilan penanganan penyakit menular tidak hanya bertumpu pada obat-obatan, melainkan juga pada keterbukaan masyarakat dan hilangnya stigma negatif terhadap pasien.

"Penyakit menular seperti TBC bisa disembuhkan total asalkan diobati secara teratur dan tuntas. Melalui Investigasi Kontak, kita melindungi yang sehat, dan melalui PMO, kita menyembuhkan yang sakit. Kami sangat mengapresiasi peran aktif para kader dan keluarga yang menjadi garda terdepan sebagai pengawas minum obat," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Kegiatan kunjungan lapangan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari pihak keluarga. Puskesmas Sugio berkomitmen untuk terus mengawal program ini secara berkelanjutan demi mewujudkan wilayah Kecamatan Sugio yang sehat, tangguh, dan bebas dari ancaman penyakit menular.

PUSKESMAS SUGIO KABUPATEN LAMONGAN

  • Jl. Balai Desa Sugio No 33, Desa Sugio, Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan
  • puskesmas-sugio@lamongankab.go.id
  • (0322) 4651478
  • +6285117353853
Logo Branding Lamongan
© 2026 Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan