LAMONGAN – Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting sejak masa kandungan, Puskesmas Sugio menggelar kegiatan Kelas Ibu Hamil di Desa Bedingin, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi strategis bagi para ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seputar perawatan kehamilan dan kesiapan persalinan.
Kegiatan yang dilaksanakan di desa Bedingin ini dihadiri oleh bidan desa, petugas pemegang program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Sugio, kader kesehatan, serta puluhan ibu hamil yang berada di wilayah Desa Bedingin.
Kelas Ibu Hamil merupakan sarana belajar bersama yang dikemas secara interaktif. Pada pertemuan ini, tim medis Puskesmas Sugio memaparkan materi penting mengenai pemenuhan gizi seimbang selama kehamilan (Isi Piringku), pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara teratur untuk mencegah anemia, hingga pengenalan secara dini tanda-tanda bahaya pada kehamilan.
Kepala Puskesmas Sugio, dr. Purnomo MM. RS, menjelaskan bahwa intervensi pada masa kehamilan sangat krusial karena merupakan bagian dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menentukan masa depan pertumbuhan anak.
"Kesehatan anak ditentukan sejak dalam kandungan. Melalui Kelas Ibu Hamil di Desa Bedingin ini, kami ingin memastikan para ibu memiliki bekal ilmu yang cukup. Kami mengedukasi mereka agar mampu menjaga nutrisi dan mengenali kondisi tubuhnya, sehingga proses persalinan nantinya dapat berjalan dengan lancar, aman, dan melahirkan bayi yang sehat serta bebas stunting," ujarnya.
Selain pemaparan materi teori dan sesi diskusi tanya jawab, para ibu hamil di Desa Bedingin juga diajak untuk mempraktikkan senam hamil ringan. Gerakan senam ini dipandu langsung oleh instruktur kesehatan puskesmas yang bertujuan untuk melatih pernapasan dan melenturkan otot-otot panggul guna membantu kelancaran proses persalinan normal kelak.
Di sela-sela kegiatan, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan fisik penunjang seperti pengukuran tekanan darah (tensi), menimbang berat badan, dan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA) guna mendeteksi secara dini risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) milik peserta juga diperiksa satu per satu untuk memastikan pemantauan kesehatan berjalan linier.
Pemerintah Desa Bedingin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan program ini secara berkala. Kesadaran dan antusiasme tinggi dari para ibu hamil di Desa Bedingin diharapkan mampu menekan risiko komplikasi kehamilan secara signifikan dan menyokong terwujudnya masyarakat Lamongan yang sehat dan sejahtera.
